Bijak Berkarier

Share:
Oleh: Abu Teuming 
Ketua FKPAI Aceh dan Redaktur Suluhagama

"Lebih baik engkau jadi petani dan kuli tetapi bergaransi islami daripada menjadi pejabat namun tidak bermoral."

Moral bagian terpenting dalam hidup manusia. Tanpa moral manusia akan hidup semrautan. Hukum hutan akan hidup dalam ranah sosial manusia bila adab dikesampingkan. Si kuat dan kuasa akan menindas kaum lemah. Si kaya akan menganggap enteng rakyat miskin. Bila moral tidak tumbuh subur dalam relung jiwa siapa pun, maka kehancuran akan terjadi, terutama bagi pelaku. Kemudian akan menghancurkan bangunan keluarga sampai pada tingkatan negara sekalipun.

Tiada lebihnya jadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, dan pengusaha ternama sekalipun bila moral tidak ada. Berapa banyak pejabat negeri ini yang mengaku negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, tetapi  kelakuan mereka jarang terpancar etika islami. Lebih-lebih ketika mereka merasa jabatan adalah kursi empuk yang mudah mendatangkan kenikmatan dunia berupa material. Alhasil banyak pejabat jadi koruptor. Pencurian uang negara terjadi dengan berbagai cara. Penyakit korupsi memang telah berdarah daging dalam tubuh mereka yang rakus jabatan. Semua itu bermula dari minimnya iman dan kurangnya rasa malu terhadap Allah. Tanpa rasa malu manusia akan tampil dengan kelakuan bejat. Akan melakukan apa pun demi kepentingan pribadi yang bermuara pada tindakan tidak bermoral.

Salah satu perangkap unggulan setan adalah jabatan. Siapa yang masuk ke perangkap itu, sungguh sulit menjaga diri dari berbagai was-was jahat. Dengan jabatan orang akan memuluskan keinginan orang lain, yang kadang-kadang ada orang lain yang dizalimi.

Hal ini persis dengan pesan Rasulullah,Sesungguhnya nanti akan ada yang sangat mendambakan jabatan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan”, (HR. Imam Bukhari).

Fenomena kejahatan pejabat yang semakin meningkat menjadi buah manis bagi generasi berikutnya untuk menempuh jejak mereka. Apalagi ada sebagian oknum yang diduga melakukan korupsi tetapi tidak mampu deseret ke jereji besi. Sadisnya ada yang sengaja ditutupi agar tidak tercium dan dilupakan oleh publik.

Adab itu jauh lebih utama daripada ilmu. Alangkah baiknya kembali pada pesan Rasulullah, seperti diriwayatakan oleh Anas Malik,“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak (manusia).”

Persoalan etika akan terus terjadi bila agama tidak mampu membimbing mereka dengan keyakinan penuh. Nama Allah harus terukir di hati mereka agar selalu teringat dengan ancaman akhirat ketika benih kejahatan akan dilakukan oleh seseorang. Ketika moral tiada, beragam asusila terjadi. Muda dan mudi makin marak dengan hubungan pacaran dan berduaan dengan nonmuhrim. Anak-anak pada tingkat pelajar melakukan perjudian kecil-kecilan seolah perlahan-lahan ingin belajar kejahatan. Pejabat memanfaatkan masa jabatan untuk memperkaya diri di samping membantu koleganya agar tidak jadi pengangguran.

Ingatlah, meski engkau hanya seorang petani kecil-kecilan. Bekerja semrautan yang tidak menentu penghasilan. Sungguh itu jauh lebih mulia dari pada bekerja di lembaga pemerintahan, di lembaga keuangan, dan perusahaan yang tidak mengedepankan nilai agama dalam kinerjanya.

Ketahuilah, kemurnian rezeki dari bertani jauh lebih meyakinkan ketimbang gaji dari pemerintah yang bercampur aduk dengan perkara pajak syubhat. Tidak perlu sinis dengan mereka yang punya pekerjaan terlihat lebih terhormat, sebab belum tentu mulia di mata Allah apa yang mereka miliki. Percayalah dan jangan berkecil hati walau engkau hanya makan sekali saja hari ini, sebab di belahan dunia lain ada orang-orang yang belum makan seperti engkau rasakan, hanya saja engkau tidak pernah tahu nasib mereka yang lontalanting dibalik luasnya bumi ini.

Bersabarlah dalam ketakwaan. Munculkan etika islami dalam bersosial. Allah tidak menjamin kekayaanmu akan mampu menyelamatkan kehidupan akhirat. Tetapi yakinlah, etika yang baik pasti bersumber dari pancaran cahaya iman dari lubuk hati manusia. Karenanya, siapa pun yang punya iman dan adab mulia maka ia lebih berhak berada di syurga-Nya Allah.

*Penulis buku "1001 Pesan Abimu"




 

1 comment:

Silakan beri tanggapan dan komentar yang membangun sesuai pembahasan artikel.